“Luhur, itu nilai.” Kata Pendidikan

Mari kita menyimak, merenungi dan memahami sebuah Prosa .. ah tidak sebuah tulisan pendek yang indah seperti Prosa di bawah ini. Tentang pendidikan.

Kemudian pendidikan maju beberapa langkah tepat di depanku. Aku protes kenapa kolom nilai di raporku tertulis “Luhur” bukan nilai dari 1-100

Ia berkata dengan mantap namun tetap tenang.

“Luhur, itu nilai.” Kata Pendidikan

 


 

Nilai Luhur Pendidikan

Pendidikan bagaikan pelita yang senantiasa menerangi manusia. Dengan cahyanya, kita terbebaskan dari buta aksara, pena pun bisa jadi senjata. Kita jadi mampu memahami berbagai fenomena, benda dan peristiwa, agar senantiasa bermakna bagi jiwa.

Pendidikan sejati mampu mengubah diri. Mengaktualisasi potensi menjadi lebih berarti. Menguatkan  sisi manusiawi tanpa rumit berselisih hati.

Pendidikan kini, penuh dan cenderung tentang akumulasi. Pengetahuan tanpa uji nan teliti, tatap mata hanya ilusi. Berkat telekomunikasi berbasis IT, evaluasi tak lagi berarti. Diri ini teracuni sepi. Pandai tapi tak mengerti, apalagi memahami. Semua bak robot yang menanti aplikasi dan operasi.

Para siswa lebih butuh cahaya dalam jiwa, teladan para pembinanya, guna laku puji dan dharma. Supaya kedepan bisa berguna, bagi nusa dan bangsa, lebih jauh, bagi masa depan peradaban dunia.

Pendidikan kita mestinya untuk semua, tak pandang kaya dan yang kurang biaya. Pemberian beasiswa pun harus tepat guna. Mampu memenuhi kebutuhan siswa, tak sampai salah sangka, dan seharusnya untuk yang berhak saja.

Hendaknya, semua dipermudah, dari pendidikan tinggi, dasar dan menengah. Mulai sekolah biasa hingga ke madrasah. Semua hendaknya mampu dalam hal fasilitas maupun dana, baik yang negeri apalagi swasta, karena semua bervisi sama, mencetak generasi muda yang kelak dapat mencerdaskan kehidupan bangsa.

Pun, pendidikan luar sekolah jangan dibiarkan merana karena kesulitan biaya. Padahal misi mereka pun sama, amat berguna, mendidik dan membina. Kerja keras tanpa lelah, tanpa gedung yang megah. Mereka membantu siapa saja, dengan metode yang luar biasa. Lihat saja fakta yang ada, tanpa bantuan Pemkot apalagi Pemda, mereka bisa membina warga dan mendidik para pemuda, dengan sarana seadanya.

PAUD kita, PG, TK dan juga RA merupakan bibit-bibit bangsa, mereka perlu perhatian kita semua. Merekalah yang kelak menjadi penentu negara, tahun dua ribu empat puluh lima, semoga menjadi generasi emas kita, menjadikan Indonesia negeri yang adidaya, bebas penjajahan dari apa dan siapa saja.

Pada momen bulan pendidikan yang gegap gempita, semoga para pembina, baik guru negeri maupun swasta, bisa menjadi pelita yang bercahaya, memberi sinar terangi semua. Hati, pikiran dan raga.

Tapi yang mesti dijaga dan jangan dilupa, akreditasi program dan lembaga juga harus disorot mata, untuk semua jenjang pendidikan kita, agar dapat meningkatkan sumber daya manusia, menuju Indonesia nan jaya, yang mampu bersaing dengan Cina dan Amerika. (tas)

WhatsApp Image 2018-05-09 at 15.51.02

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s