Terorisme di Kolong Neraka

Bombardir teroris dan ekstrimis yang lebih suka disebut ‘jihadis’. Surabaya penuh luka dan duka luar biasa. Rakyat dan Pemerintah bekerjasama memperjuangkan harga diri bangsa, korban dimana-mana, meski hati ingin juga ada yang harus dibela sebagai manusia, tapi raga ini tak berdaya, hanya bisa munajat dan berdo’a semoga semuanya selesai segera.

Ada kontradiksi, kala semua bangsa dan berbagai negara ingin aman sentausa, tapi pengeboman dan penghancuran tetap terjadi dimana-mana. Apakah sesungguhnya penjajahan belum juga hilang di bumi nan fana ini? Bahkan kini, cara-cara yang dikembangkan justru lebih kejam dan tak manusiawi. Dulu penjajahan hanya mengambil hasil bumi dan menakut-nakuti, saat ini, misi radikalisasi bisa dengan ambil nyawa orang yang tak bersalah sama sekali.

Surabaya berduka, Indonesia pun siaga. Yang salah dan marah, kini tak tentu arah, siapa dan apa mau dikata? entahlah. Langkah konkret nan seksama dinanti oleh semua, guna keseimbangan hidup dengan sesama. Apakah jalan perang dan saling bunuh adalah cara satu-satunya? Apakah ambisi mereka seperti fir’aun yang selalu tebar teror membabi buta? Apakah angkara murka dibalut dengan senjata tetap jadi kuasa?

Apakah pikiran dan hati manusia modern sudah terbalik semua?

Tak kalian lihatkah tangis anak-anak manusia, yang kau aniaya dan merana memenuhi lini masa sosial media, terdengar dari jauh sampai ke ujung dunia. Kami tetap tidak terima apapun alasan di balik ini semua. Seluruh ulama dan cendikia sepakat bahwa tak ada satupun agama yang membenarkan hati dan logika mereka, menerima begitu saja kondisi brutal misi pembinasa.

Duhai Tuhan Yang Maha Esa…..

Tunjukilah kami jalan yang mulia, yaitu jalan orang-orang yang telah engkau beri nikmat kepadanya. Bukan jalan mereka yang dimurkai, bukan pula jalan mereka yang sesat hatinya.

 


 

Sudah membaca berita tentang terorisme? atau malah kalian adalah masyarakat yang sedang berada di area “teror”? Bisa di Surabaya, Sidoarjo atau sekitarnya.

Yuk berbagi pendapat lewat tulisan ini. Komentar juga ya di bawah.

Teroris, menurut kbbi definisinya

teroris/te·ro·ris/ /téroris/ n orang yang menggunakan kekerasan untuk menimbulkan rasa takut, biasanya untuk tujuan politik: gerombolan — telah mengganas dengan membakar rumah penduduk dan merampas hasil panen

Rasanya tepat nama itu disandingkan untuk mereka. Menyebarkan teror dan ketakutan pada seluruh lapisan masyarakat. Tentunya dengan kekerasan. Mereka juga melakukannya secara terencana, mengajak anak-anak kecil yang tak bersalah dan membentuk suatu kaderisasi yang kuat. Sungguh tindakan yang kejam, di luar nalar.

Politik   apakah mereka benar-benar sedang berpolitik. Ya, benar mereka berpolitik demi kepentingan golongannya. Golongan yang mengatasnamakan Tuhan. Mereka berusaha mencampuri hal-hal yang sebenarnya di luar kendali mereka. Sejak kapan membunuh itu berpahala hingga masuk surga?

Kata Kapolri— Jendral Pol. Tito Karnavian yang pernah berkomunikasi dengan para teroris. Mereka lugas mengatakan bahwa mereka ingin masuk surga. Bunuh diri sehingga mampu bunuh orang (yang mereka anggap kafir, fasik atau sirik) adalah jalan tol yang super ekspres menuju jannah.

Surga itu hak prerogatif Allah. Bagaimana bisa teroris itu memastikan dirinya masuk surga?

Tolong mengerti. Tolong. Mungkin paham radikalisme sudah mulai menjangkiti pikiran kita. Mari kita baca kembali sejarah islam dengan paripurna, mari kembali meneladani kisah Nabi melalui sirah nabawiyah, mari kembali mengaji di tempat-tempat yang tidak sembunyi-sembunyi. Kalau sembunyi? apakah kita tidak merasa aneh. Harusnya sesuatu yang baik tidak perlu bersembunyi, memangnya ini jaman perang? perbedaan pendapat yang wajar kini juga banyak diproklamirkan. Lah kok situ sembunyi-sembunyi?

Kalaulah nanti ada yang mendatangi diri kita, berdalih ajarannya merupakan ajaran paling benar. Lalu kita melihat ada unsur pemaksaan, kekerasan, kebencian dan kedengkian di dalamnya— sebaiknya kita perlu menjauh. Bisa jadi itu bibit radikalisme, karena islam adalah agama perdamaian tanpa adanya kekerasan.

Banyak sekali amalan yang bisa kita gunakan untuk masuk surga, dan sudah jelas-jelas itu tertulis di Al Quran jg Al Hadist. Bahkan semua umat islam tidak meragukan amalan tersebut. Lalu mengapa memilih masuk surga melalui hal-hal yang sudah jelas terlarang? —Aneh. Kemudian semua orang berkata

“Mungkin, mereka akan masuk kolong neraka!”

Yang terjadi sekarang lebih pelik. Keluarga menolak mengakui jasad mereka. Warga area perkuburan milik pemkot (tempat dimana jasad Mr.X biasa dikuburkan) pun menolak tanahnya untuk ditempati jenazah teroris. Jika sudah begini, apa surga untuk mereka masih ada?

Wallahu a’lam …

Serahkan semuanya pada Allah

Semoga Allah menghapuskan segala benci dan hal-hal tercela pada diri kita. Semoga kita bisa mengambil hikmah dari apa yang terjadi. Meski itu pelik dan menyakitkan. Aamiin

WhatsApp Image 2018-05-16 at 10.03.05

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s