Mempertajam Rasa

Hari ini adalah hari dimana kita telah melakukan puasa yang ke-sekian kali. Tiba-tiba berbagai pertanyaan masuk ke dalam sulcus dan gyrus dalam otak kita semua.

Sudahkah puasa kita bermakna?

Benar, yang paling sulit adalah menjaga kejernihan hati di momentum yang sangat suci ini. Rasanya ketika ada perbuatan jelek setitik saja, sudah merasa kotor saja hari-hari puasa kita. Seperti hari ini, ketika kita sedang kesalnya dengan manusia-manusia di sekeliling kita. Kita akan belajar menahan.

Satu detik. Satu menit. Satu jam. Dan beberapa jam kemudian.

Rasa amarah atau emosi itu tiba-tiba mereda. Yasudahlah itu hidupnya, kalau itu merugikan kita tidak apa-apa mau bagaimana lagi, itu sudah takdir. Kemudian pikiran-pikiran buruk itu akan selesai sendiri, akan berganti sendiri menjadi pikiran-pikiran positif yang lainnya.

Cobalah, kawan. Kadang manusia juga suka berbicara, membicarakan orang lain, atau mengacuhkan sesama. Di momen seperti ini, mari lebih sering diam. Beberapa saat kemudian, pikiran kita akan kembali jernih dan normal, nah disitulah kita bisa lebih mendengar kata hati. Mempertajam empati. Memahami rasa. Dan menjadi MANUSIA.

Selamat berpuasa, dari kami, dari saya— yang masih berusaha mencari jalan keluar dari dosa-dosa. Sungguh musuh terbesar bagi manusia adalah hawa nafsu yang membara.

Siyam atau puasa merupakan usaha manusia guna mempertajam empati atau rasa. Memahami derita sesama manusia, lapar dan dahaga. Senantiasa mencegah kata dan perbuatan yang tak indah, apalagi sampai melakukan ghibah. Semua ini sebagai upaya menuju miniatur kehidupan yang mulia, supaya berbuah iba kepada para fakir, miskin dan yatama, kepada siapa pun manusia yang menderita, agar memperoleh ridla Allah subhanahu wa ta’ala, Meninggalkan sejenak keuntungan dan kemewahan dunia. 

Puasa dimaknai sebagai usaha manusiawi. Menjadi media perekat sekaligus pendekat menuju Ilahi Robbi. Dengan menumbuhkan rasa di hati sanubari, dikejawantahkan menjadi rasa kasih kepada sesama makhluk di bumi. Guna menjadi seseorang yang ideal dan terus meniti jalan para Nabi, para wali dan para sufi. Meniru akhlak mereka yang telah dirahmati, menjadi kekasihNya yang selalu diberkati. Tak hanya oleh semua makhluk di seantero bumi, bahkan malaikat, jin dan semua makhluk yang lain senang sekali. 

Semoga kita bisa mengerjakan puasa wajib dan sunnah, sebagaimana yang dicontohkan rasulillah, sehingga menambah peluang kita untuk wafat dalam keadaan khusnul khatimah. Semoga doa dan harapan kita semua diijabah.

#Kami membuka diskusi, kalian bisa berdiskusi dengan kami mengenai pandangan kalian mengenai bulan puasa. Bantu pembaca untuk memberi makna pada puasanya ya.

White Pink Black Heart Get Well Soon Card

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s