Silat; Kearifan Lokal, Rasa Global

No Pain No Gain

 

Asian Games 2018 menjadi sebuah ajang pertunjukan kearifan lokal Indonesia. Berbagai sisi dari sosio-kultural dan karakter bangsa Indonesia diekspos besar-besaran hingga termanifestasi menjadi sebuah jiwa pantang menyerah, totalitas, dan sportivitas. Hal ini utamanya bisa dilihat kala opening ceremony di Stadion Gelora Bung Karno yang mengundang decak kagum dan banjir pujian baik dari kalangan nasional maupun masyarakat Internasional. Bukan hanya masalah modernitas atau konsepnya yang megah, tetapi perpaduan unsur budaya yang dibalut dengan estetika kekinianlah yang membuat pembukaan Asian Games menjadi sangat elegan dan memorable.

Pada perhelatan olahraga terbesar se-Asia tersebut, Indonesia telah mencetak rekor tersendiri setelah meraih 31 emas, 24 perak, dan 43 perunggu, serta menduduki peringkat ke 4 klasemen akhir perolehan medali Asian Games 2018 sekaligus menjadi juara umum di cabang olahraga (cabor) silat. Dari cabor ini pulalah, Hanifan Yudani Kusumah, salah satu atlet pencak silat yang meraih medali emas untuk Indonesia, berhasil ‘mempersatukan’ dua calon presiden yang akan bertarung dalam pemilu presiden 2019 dalam balutan bendera merah putih.

Silat merupakan kearifan lokal bangsa Indonesia sekaligus cabor baru yang dipertandingkan pada Asian Games 2018. Yang kemudian menjadi menarik adalah, hegemoni silat sebagai sebuah kearifan lokal yang notabene menjadi penyumbang emas terbanyak untuk kontingen Indonesia pada ajang Asian Games 2018, seakan tertular pula pada sektor lain seperti halnya perfilman dalam negeri.

Berbicara tentang kondisi perfilman Indonesia, khususnya yang ber-genre action dan menggunakan silat sebagai latar belakang, saat ini bisa dikatakan cukup membanggakan. Bagaimana tidak? Beberapa film yang mengangkat silat sebagai salah satu main point nya telah sukses menginjak pasar global, sebut saja The Raid: Redemption, The Raid 2: Berandal, Merantau, Headshot, Serigala Terakhir, Java Heat, dan yang terbaru adalah Wiro Sableng Pendekar Kapak Maut Naga Geni 212 yang telah rilis awal bulan ini hasil kerjasama dengan perusahaan produksi 20th Century Fox asal Amerika.

Film aksi melalui silat sebagai sebuah penjabaran dari luasnya kearifan lokal bangsa Indonesia, dinilai mampu mengetengahkan wajah dan permasalahan tentang keindonesiaan. Terbukti, kini film silat bukan sekadar alat dagang dan hiburan yang bermutu rendah. Hingga menginjak dekade pertama milenium ini, kehadiran film silat di Indonesia sudah mengalami banyak modifikasi, pakem lama yang itu-itu saja seperti halnya kekerasan, darah, eksploitasi tubuh perempuan, dan seks, sudah tak banyak diikuti. Kini film-film aksi khususnya silat, telah mampu menghadirkan wajah Indonesia lewat elemen sejarah, fantasi, aksi, dan bahkan komedi.

Nilai-nilai filosofis dalam silat yang berlaku universal mampu membawa angin segar, tak hanya bagi dunia olah raga Indonesia, tapi juga banyak aspek sosio-kultural kita sebagai sebuah bangsa, termasuk film di dalamnya. Indonesia mempunyai banyak sumber daya manusia yang berbakat, entah itu pendekar silat atau sineas-sineas muda. Kedepan, tak menutup kemungkinan jika momentum ini terus terjaga dan ada sinergi antar lembaga, tentu Indonesia bisa menyaingi pasar film dunia, setidaknya di asia.

Kita sebagai sebuah komponen masyarakat Indonesia yang utuh, wajib mendukung dan mengapresiasi segala bentuk sumbangsih untuk bangsa. Jadikan hegemoni Asian Games 2018 dan geliat perfilman Indonesia yang saat ini sedang berkembang menjadi sebuah lecutan semangat untuk terus berkarya bagi kemajuan bangsa dan negara. Stop nyinyir, mulai kerja!

(tas)

#Kolong kata membuka kesempatan untuk berdiskusi lebih jauh. Bisa tinggalkan jejak literasimu di kolom komentar? Terima kasih

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s